Kesenangan itu salah satu bentuk ujian.
Ketahuilah, kesenangan, kekayaan, hidup selesa dan mudah adalah bentuk-bentuk ujian yang di bentangkan kepada kita dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.
Ramai dari kita mengimpikan kesenangan dan kekayaan, dengan kekayaan kita bebas melakukan sesuatu, kita bebas membeli apa sahaja yang kita inginkan, kita bebas dan mengawal kehidupan kita tanpa adanya apa-apa yang kita risaukan.
Kekayaan, kesenangan di dalam hidup sementara ini menyebabkan kita lupa dan lalai. Lupa bahawa kesenangan dan kekayaan itu akan di pertangunggjawabkan, lalai dengan kesenangan sehingga lupa tujuan hidup di dunia.
Malah, lebih teruk lagi, dengan kesenangan dan kekayaan, kita panjangkan maksiat dan dosa-dosa kita dengan melakukan larangan Allah dan memperturutkan hawa nafsu tanpa batas.
Kesenangan dan kekayaan biasanya membuat manusia lupa, biasanya membuat manusia sombong, biasanya membuatkan manusia ingkar, biasanya membuat manusia lari dari kehambaannya kepada Allah.
Sungguh ujian kesenangan dan kekayaan itu amatlah berat bagi yang mengerti.
Firman Allah dalam Al Quran surah Al Anbiya ayat 35
"Setiap yang hidup akan merasai mati, dan kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan, dan kepada kami lah kamu akan kembali"
Kita, sahabat-sahabat kita sudah ramai yang lupa akan apa yang Allah pesan di dalam kalamullah, dengan kesenangan kita dan kekayaan kita, kita lupa dan semakin jauh dari Pencipta kita. Kita semakin menjarak kepada yang Memberi Rezeki.
Ya, kita lupa, dan terus lupa.
Sedarlah diri kita, kesenangan itu hanyalah ujian. Jika dengan kesenangan dan kekayaan kita menjadikan kita lebih jauh dari Allah, maka kembalilah dan berfikirlah.
Jika kesenangan dan kekayaan itu, menyebabkan kita semakin dekat kepada Allah, semakin dekat dengan faqir miskin, anak yatim dan golongan yang memerlukan, ucapkan syukur kepada Allah, semoga Allah memberikan istiqomah dan pahala berterusan kepada kita.
Marilah kita merenung diri, mengintai-intai kelemahan diri, adakah kita semakin di beri kesenangan, semakin jauh dari rahmatNya atau sebaliknya.
Bahtiar b Hj Mahidin
8 Oktober 2018
Saujana Indah Park
Ketahuilah, kesenangan, kekayaan, hidup selesa dan mudah adalah bentuk-bentuk ujian yang di bentangkan kepada kita dalam menjalani kehidupan sebagai manusia.
Ramai dari kita mengimpikan kesenangan dan kekayaan, dengan kekayaan kita bebas melakukan sesuatu, kita bebas membeli apa sahaja yang kita inginkan, kita bebas dan mengawal kehidupan kita tanpa adanya apa-apa yang kita risaukan.
Kekayaan, kesenangan di dalam hidup sementara ini menyebabkan kita lupa dan lalai. Lupa bahawa kesenangan dan kekayaan itu akan di pertangunggjawabkan, lalai dengan kesenangan sehingga lupa tujuan hidup di dunia.
Malah, lebih teruk lagi, dengan kesenangan dan kekayaan, kita panjangkan maksiat dan dosa-dosa kita dengan melakukan larangan Allah dan memperturutkan hawa nafsu tanpa batas.
Kesenangan dan kekayaan biasanya membuat manusia lupa, biasanya membuat manusia sombong, biasanya membuatkan manusia ingkar, biasanya membuat manusia lari dari kehambaannya kepada Allah.
Sungguh ujian kesenangan dan kekayaan itu amatlah berat bagi yang mengerti.
Firman Allah dalam Al Quran surah Al Anbiya ayat 35
"Setiap yang hidup akan merasai mati, dan kami menguji kamu dengan kesusahan dan kesenangan sebagai cubaan, dan kepada kami lah kamu akan kembali"
Kita, sahabat-sahabat kita sudah ramai yang lupa akan apa yang Allah pesan di dalam kalamullah, dengan kesenangan kita dan kekayaan kita, kita lupa dan semakin jauh dari Pencipta kita. Kita semakin menjarak kepada yang Memberi Rezeki.
Ya, kita lupa, dan terus lupa.
Sedarlah diri kita, kesenangan itu hanyalah ujian. Jika dengan kesenangan dan kekayaan kita menjadikan kita lebih jauh dari Allah, maka kembalilah dan berfikirlah.
Jika kesenangan dan kekayaan itu, menyebabkan kita semakin dekat kepada Allah, semakin dekat dengan faqir miskin, anak yatim dan golongan yang memerlukan, ucapkan syukur kepada Allah, semoga Allah memberikan istiqomah dan pahala berterusan kepada kita.
Marilah kita merenung diri, mengintai-intai kelemahan diri, adakah kita semakin di beri kesenangan, semakin jauh dari rahmatNya atau sebaliknya.
Bahtiar b Hj Mahidin
8 Oktober 2018
Saujana Indah Park





0 comments